Suatu ketika tersebutlah seorang anak yang terlahir dari sebuah Desa yang terpencil, anak ini terlahir dari keluarga yg sederhana, ketika berumur sekitar lima tahun anak ini mulai berulah nakal seperti prilaku anak kecil pada umumnya, tapi kenakalan anak ini sungguh luar biasa sekali, bahkan sangking nakalnya warga kampung dibuat kewalahan oleh anak ini, tiap hari ada saja kelakuan yg bikin hati orang kesal, anak ini permainannya berbeda sekali dengan anak pada umumnya, hobinya adalah memancing ikan, menebang pohon, masuk hutan, main rumah-rumahan serta main bakar-bakaran.
Suatu ketika anak ini mengikuti almarhum kakeknya ke kebun dia pun diam-diam mengambil golok untuk main tebang-tebangan pohon kala itu dia terluka kakinya akibat terkena golok, kenakalan anak ini sungguh luar biasa. Setiap hari ada saja pepohonan bunga warga desa yg di tebanginya tk jarang anak ini di marahi warga desa, pernah suatu hari anak ini menebang pisang milik warga desa dan ketahuan lalu dimarahi,.
Ketika anak ini masuk sekolah, kelakuannya tidak kunjung berubah, dia belajar mengaji, dia pergi sholat tapi nakalnya masih saja ada, sehingga dia pun tinggal di kelas satu Sd akibat kenakalannya di sekolah, ketika naik kelas 2 Sd, kelakuannya masih saja ga berubah, tapi dia sudah mulai bisa membaca buku, ketika naik ke kelas 3 SD prilakunya makin nakal saja hingga diapun tinggal di kelas 3 Sd, Ketika itu dia mulai sedikit dan agak insyaf serta berfikiran Positif tapi sayangnya ada saja keusilan yg dilakukannya hingga dia pun tinggal di klas 3 Sd, ketika itu anak ini udah mulai berubah sedikit sudah mulai ga nakal lagi dan sudah bisa mengaji dgn lancar, ketika naik dikelas 5 SD anak ini mulai lagi berbuat onar tapi pintar, akibat keonarannya dia tinggal di kelas 5 SD, sejak itulah anak ini benar-benar insyaf dan sadar kalau dia harus berubah, hingga tersusun di benaknya dia harus bisa jadi orang pintar dan terpelajar meskipun sudah tinggal kelas selama 3 Tahun di SD Tersebut waktu itu anak ini mulai terbuka dan memulai sesuatu dari 0(Nol) dia mulai mengikuti olahraga salah satunya sepak bola pernah anak ini ikut menjadi pemain bola mewakili sdnya di kota tapi sd ini kalah karna kurang berlatih. berkat tekad dan keyakinannya anak ini berhasil meraih peringkat ke-3 dikelas dgn nilai yg lumayan bagus, ketika naik dikelas 6 Sd anak ini mulai menunjukan skillnya baik menjadi Pemimpin Upacara maupun menjadi pemimpin ketika dalam kelompoknya, serta ketika itulah anak ini mulai menekuni bakatnya dengan belajar berpidato di TPA yg ada di Desanya, pada suatu ketika anak ini mengikuti guru ngajinya jalan-jalan untuk menyaksikan lomba antar TPA Pada awalnya anak ini tidak ada didaftar perlombaan namun karena keadaan mendadak anak ini diikutkan dalam lomba Azan tingkat TPA Antar Desa, anak ini ajaibnya bisa meraih juara 2 walau nilainya sama dgn juara 1, sebelumnya anak ini pernah meraih juara pertama di kampungnya dalam lomba baca ayat2 Juz Amma dan juara 4 azan,.
Pada tahun berikutnya tepatnya sebelum ia mengikuti ujian Nasional tepatnya waktu semester Pertama dikls anak ini dilatih oleh guru TPA Nya tentang cara berpidato hebatnya anak ini bisa menguasainya, hingga sampailah pada waktunya anak ini mengikuti ajang lomba Kultum Antar desa di selatan Pulau singkep (Sekarang Singkep Selatan). Anak ini meraih Juara Pertama pada ajang lomba pidato tersebut, para penonton bertepuk tangan waktu itu karna anak ini kultum tanpa tek,. Pada waktu sebelum Ujian nasional kelulusan Sd, anak ini mulai serius dalam belajar sehingga dia pun lulus ujian Nasional dgn meraih peringkat ke-3 di sdnya.
Mulailah anak ini berfikir ingin sekolah di sekolah Agama, namun ketika itu anak ini justru didaftarkan oleh orang tuanya masuk SMP di kota, ketika dikota anak ini betlrtemu dengan bermacam ragam orang dan suku agama, anak ini mulai lagi terpengaruh oleh temannya yg pemabuk dan suka menghirup lem anak ini sempat menghirup lem tapi tidak ketagihan, tapi nakalnya hanya di luar sekolah saja kalau di Smpnya anak ini terkenal pendiam dan alim karena Rajin Sholat dan pintar Azan sehingga dia pun pernah mengikuti lomba azan mewakili smpnya,.
Ketika lulus smp dengan ijazah Murni lulus Ujian Nasional anak inipun berniat ingin sekolah di sekolah Agama namun tetap saja gagal, anak ini pun didaftarkan di sekolah Menengah kejuruan dibidang Teknik Komputer, padahal sebelumnya anak ini sebelumnya anak ini berdalih ingin sekolah di Sma dan Agama tapi malah d daftarkan di sekolah kejuruan, ajaibnya ketika sekolah di SMK anak ini mendapatkan beasiswa selama 3 tahun Gratis uang spp dan mendapatkan leptop netbook, di smk inilah ank ini mulai belajar berorganisasi, mulai dari Rohis, Pramuka, OSIS dan Remaja Masjid.
Tak jarang anak ini bisa menjadi pengurus di Organisasi tersebut bahkan berkat pengalamannya dalam lomba kultum anak ini sering menyampaikan kultum di sekolahnya setiap jum'at, bahkan anak ini menjadi ketua di remaja masjid, anak ini mulai mengenal percintaan juga ketika sekolah di smk tapi tak jarang anak ini tersakiti akibat cinta yg berlebihan. Ketika Prakerin anak ini memilih untk prakerin keluar kota. Anak ini pun menjalani perjuangan dikota dgn jauh dari orang tua. Ketika ujian nasional tiba anak ini mulai mengikutinya dengan seksama dan dia pun lulus ujian nasional dan ujian praktek Nasional. Ketika itulah anak ini mulai berfikir ingin keluar daerah dan ingin merantau ke pulau jawa, kota yg dipilihnya adalah kota Bandung, akhirnya berkat izin dari orang tuanya anak ini pun berangkat ke bandung dengan izin orang tuanya, dan kini anak itu sedang kuliah di Kota Bandung. Anak itu Bernama Firmansya..
Hehehe inilah kisah ku dari kecil hingga kini..
Tunggu sambungan dan Revisi cerita ku karena ini baru Sebuah rintisan saja.
*Desa : Marok Kecil
*Kota : Dabo Singkep
*Tempat Prakerin : Kantor Kec. Batu Aji Kota Batam
*TPA : TPA Nurul Hidayah Laboh Marok Kecil.
*SD : SDN 015 Singkep Laboh Marok Kecil.
*SMP : SMPN 2 Singkep
* SMK : SMKN 1 Singkep.
*Remaja Masjid : Remaja Masjid Azzulfa Dabo Singkep
Komentar