Langsung ke konten utama

Opini Lembaga Pemerintahan oleh Firmansyah

Tugas Kuliah Konstitusi dan Kelembagaan Pemerintahan

Opini Lembaga Pemerintahan Indonesia,

1. Ketua DPR-RI Setya Novanto menghadiri acara konferensi pers Donald Trump, di AS.

Ketua DPR Setya Novanto hadiri kampanye bakal calon presiden AS, Donald Trump.
Tindakan Setya Novanto selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menghadiri acara konferensi pers Donald Trump, pengusaha Amerika Serikat (AS) yang sedang berancang-ancang untuk mengikuti pemilihan Presiden di AS, dimaknai sebagai tindakan Indonesia mencampuri urusan dalam negeri AS.

Pendapat Saya : Menurut Pendapat saya secara pribadi sebagai Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Pertemuan Antara Ketua DPR-RI dengan Donald Trump, boleh-boleh saja asalkan tidak membawa nama Indonesia dan tidak merugikan Negara serta Nama baik negara. Jika pertemuan tersebut menyangkut politik kerja sama itu adalah hal yang salah dan seharusnya tidak boleh dilakukan.
(Sumber : http://news.liputan6.com)

2. Survei FFH: Setahun Jokowi-JK, Publik Puas di Dua Bidang

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat bersama kabinet kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, (Liputan6.com/Faizal Fanani
Liputan6.com, Jakarta - Kinerja setahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terus menjadi sorotan beberapa lembaga survei, salah satunya dari Founding Father House (FFH).
Dalam survei yang dilakukannya pada 10 September hingga 21 Oktober 2015 di 34 provinsi dengan jumlah responden 1.090 orang. Metode yang digunakan adalah random sampling dengan margin of error 2,97 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen. Tercatat ada dua bidang, yaitu pendidikan dan kesehatan, yang membuat publik merasa puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Pendapat saya : menurut pendapat saya sebagai Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNIKOM, survei yang dilakukan tidaklah akurat jika tidak dilakukan melalui pertemuan langsung diantara pensurvei dengan masyarakat, belum tentu apa yang di surveikan tersebut adalah kebenaran di lapangan atau dalam keadaan nyata masyarakat indonesia dewasa ini.
(sumber : http://news.liputan6.com/read/2350546/survei-ffh-setahun-jokowi-jk-publik-puas-di-dua-bidang)

3. KPK Dikirimi Peti Mati

Peti mati itu tiba di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, pukul 10.02 WIB, Selasa (20/10/2015).
Paket itu diantarkan oleh dua orang pegawai PT Pos Indonesia. Diperkirakan, peti mati itu memiliki panjang dua meter, lebar 50 cm dengan tinggi sekira 75 cm. Berbalut kain putih, di atasnya tertera tulisan "Revisi Undang-Undang KPK Pembunuhan KPK". Ditambah tempelan kertas yang mencantumkan nama pengirim bernama Bambang Saptono asal Solo.
Tak diketahui maksud pengiriman peti putih ke kantor pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki cs. Petugas Pos yang membawa barang itu mengaku hanya mengantarkan paket tersebut. Belum diketahui juga apa isi sebenarnya dari kiriman tersebut. Setelah sampai, peti mati itu segera dibawa masuk ke kantor KPK. Revisi UU KPK memang sedang marak diperbincangkan. Enam dari sembilan fraksi di DPR meminta perbaikan pada UU KPK. Guna membatasi umur KPK sampai 12 tahun mendatang saja.

Pendapat saya : Menurut pendapat saya, Filosofi pengiriman peti jenazah ini adalah sebagai bentuk dari kemarahan sang pengirim terhadap DPR yang ingin merevisi UU KPK, tulisan yang bertuliskan "Revisi Undang-Undang KPK Pembunuhan KPK" menurut saya Filosofinya adalah Pembunuhan terhadap Lembaga KPK.

Analisis:
Berdasarkan analisis saya pada saat tulisan ini dimuat, sudah sangat jelas bahwa segala peristiwa yang terjadi di Indonesia adalah sebagai bentuk berjalannya demokrasi di Indonesia, namun seiring berjalannya waktu demokrasi juga melahirkan berbagai macam peristiwa, sehingga perlu dilakukan evaluasi agar demokrasi tidak disalahgunakan oleh pihak berkepentingan lain yang mencoba memecahbelah kan bangsa Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerentanan Terhadap Krisis Ekonomi Kelompok 6 (IP-II UNIKOM 2014)

Kerentanan Terhadap Krisis Ekonomi Dosen : Donni Junipriansa, S.Pd., S.E., S.S., M.M., QWP®., MOS. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Ekonomi Indonesia pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia Disusun Oleh: KELOMPOK 6 Maulana Sape’i        : 41712777 Firmansyah              : 41714011 Reno Krisman Gea : 41714016   UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN BANDUNG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, yang mana berkat rahmat dan petunjuknya, sehingga kelompok kami (Kelompok 6), dapat menyelesaikan   tugas makalah perekonomian indonesia, yang berjudul KERENTANAN TERHADAP KRISIS EKONOMI . Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kapada Bapak dosen Siste...

REMAZ / Remaja Pengajian Masjid Azzulfa (REMAZ), Dabo Singkep

Remaja Pengajian Masjid Azzulfa (REMAZ) Di artikel kali ini, saya ingin memaparkan beberapa hal yang berkenaan dengan Remaja Pengajian Masjid Azzulfa atau disingkat dengan REMAS dan Juga di Kenal dengan Sebutan Organisasi REMAZ (OR). Remaja Masjid Azzulfa (REMAZ), Diresmikan Oleh Ketua Masjid Besar Azzulfa yaitu Bapak H. Zamroni, S.Ag, Tepatnya pada Tanggal 06 Juni 2013, dengan Pembinanya adalah Agustiar, S.Pd, dan Ketua Pertamanya pada waktu itu adalah Dino,,. REMAZ Merupakan Organisasi yg menaungi para pelajar-pelajar khususnya yg beragama Islam agar bisa belajar Islam, Organisasi ini juga merupakan organisasi yg dibentuk untuk membina para Remaja Muslim agar tidak Terjerumus kedalam hal Negatif, Remaja Masjid Azzulfa juga sangat terbuka untuk para pemuda khususnya Para Remaja SMP dan SMA jika ingin bergabung dan belajar tentang keislaman. Saat ini Penulis yang Merupakan Mantan Ketua REMAZ Yg kedua yg diangkat Pada tgl 09 September 2013, sangat mengharapkan agar para Remaja d...

firmansyah